Prospek Bisnis Online Travel Agent (OTA) di Masa Depan

Berbagi

Bisnis Online Travel Agent (OTA) semakin meningkat setiap tahunnya. Peningkatan kebutuhan akan pariwisata dan hiburan, mendorong disrupsi ekonomi pada bisnis penjualan tiket pesawat, kereta api, perhotelan, maupun industri hiburan lainnya. Pada tahun 2020 Statista memprediksi nilai penjualan tiket melalui Online Travel Agent (OTA) akan mencapai lebih dari USD 817 Miliar. Nilai tersebut akan didominasi dari wilayah Asia Pasific.

Di Indonesia, Traveloka yang menjadi salah satu unicorn pada bisnis OTA, menjadi market leader. Mengungguli merek kenamaan seperti Agoda yang telah lebih dahulu aktif pada bisnis OTA. Selain Traveloka, masyarakat Indonesia juga mengenal Tiket.com yang baru saja diakuisisi oleh Grup Djarum melalui Blibli.com. Beberapa merek lain yang familiar dengan masyarakat Indonesia antara lain Mister Aladin, WeGo, NusaTrip, Pegi-Pegi, ataupun JUST Travel.

Pariwisata Indonesia yang sangat menarik, ditunjang dengan pembangunan infrastruktur yang mulai merata, aktivitas travelling masyarakat Indonesia pun semakin meningkat signifikan. Potensi dan geliat ekonomi pariwisata ini semakin terlihat positif dan mendorong inovasi bagi pelaku bisnis OTA. Mulai layanan bagi backpacker seperti yang disajikan oleh Airy Room, hingga layanan online check-in dan perubahan jadwal penerbangan ataupun penginapan. Di masa yang akan datang, era ekonomi digital diharapkan akan semakin mendorong kinerja bisnis tourism and travel menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga kebutuhan akan pariwisata dan hiburan menjadi salah satu hal yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sumber Data: Statista (2018)

Foto: wisatahalimun.co.id

admin

Research and Development