Pesan Cinta dan Persaudaraan di Film the power of love ( 212)

Berbagi

Film The Power of Love 212 dibuat. Kabarnya, modal cekak. Saweran sana sini. Beberapa orang bongkar tabungan. Katanya, itu pinjaman. Balik modal, syukur. Gak balik modal? Sedekah. Semangatnya berdakwah. Apa yang didakwakan? Cinta. Tepatnya, The Power of Love.

Cinta kepada siapa? Cinta kepada bangsa dan cinta kepada sesama. Cinta kemanusiaan. Itulah kira-kira pesannya.

Film The Power of Love mendiskripsikan tujuh juta manusia yang berkumpul. Merindukan keadilan. Keadilan untuk semua anak bangsa. Damai dan rapi. Bertakbir dalam kesahduan langit Jakarta. Taman dan bunga terjaga. Monas aman berdampingan dengan para peserta. Bersih dan terpelihara keindahannya. Peserta tertib dan tak ada yang bersenggolan, apalagi berdesakan. Rumputpun selamat dari injakan, apalagi kaki orang.

Di waktu bersamaan, dua insan sedang berjalan ke gereja. Menggunakan gaun pengantin yang indah dan putih warnanya. Melambangkan sucinya jiwa. Serasi dan enak dipandang mata. Keduanya berjalan dengan damai yang sangat terasa. Ikatan janji suci pernikahan akan segera terlaksana. Jutaan manusia berjubah putih tulus ikut mengawalnya. Membuka jalan dan mengiringi langkah bahagia sepasang pria dan wanita. Jutaan mata ikut menyapa. Mereka adalah laskar 212 yang memberi hadiah senyuman dan ikut merasa bahagia. Betul-betul jadi moment pernikahan yang istimewa. Tak akan pernah ada duanya di dunia.

Suasana haru menyertai langkah kedua manusia ciptaan Ilahi. Merintis komitmen dan berjuang membuat ikatan suci. Sebagai sepasang kekasih yang merajut cinta abadi. Betapa sakral dan sahdunya jalinan dalam hati.

Itulah cinta. Bicara cinta itu perintah dan semangat agama. Cinta adalah kejujuran, kepolosan dan apa adanya. Cinta adalah kebenaran Ilahi yang semua orang mesti merawat dan menjaganya. Itulah pesan esensial Islam, dan semua agama.

Islam adalah agama cinta. Begitu juga agama-agama lain di Indonesia. Semua mengajarkan tentang cinta. Tak terkecuali. Dan setiap manusia, secara fitrah, tercipta sebagai pemilik dan penjaga cinta. Romantis sekali…???

Jika ada benci, itu artinya ia telah keluar dari fitrah dan jati diri. Cinta tak kenal rasa benci. Apalagi bom bunuh diri. Atas nama apapun, bunuh diri itu kenaifan abadi. Apalagi jika dilakukan di tempat keramaian dan banyak orang terluka dan mati. Itu lebih naif lagi. Pelakunya naif, dan sutradaranya lebih-lebih lagi.

Film The Power of Love hadir untuk memberi pesan perdamaian dan persaudaraan. Pesan persatuan dan keadilan untuk anak bangsa di negeri penuh cinta. Hadir untuk melawan semua bentuk kebencian dan permusuhan atas nama apa saja.

Masyarakat ngantri di bioskop. Sebagian tak dapat tiket, pulang dan kecewa. Besok datang lagi, demi cinta. Cinta yang membawa pesan perdamaian dan persaudaraan. Siapapun yang menolak film The Power of Love, mungkin karena belum tahu makna persaudaraan dan indahnya perdamaian.

Film The Power of Love untuk semua umat manusia yang punya cinta. Apapun ideologi dan agamanya. Apapun warna politik dan partainya. Siapapun caleg, cagub dan capresnya. Film 212 untuk mereka yang ingin Indonesia damai, dan hidup dalam cinta. Cinta persaudaraan, cinta kebenaran dan cinta keadilan.

Jakarta, 15/5/2018

Sumber: http://mysharing.co/pesan-cinta-dan-persaudaraan-di-film-the-power-of-love-212/

admin

Research and Development