Geliat Asuransi Jiwa di Indonesia

Berbagi

Asuransi kesehatan/jiwa sebagai salah satu layanan/bisnis di sektor jasa keuangan di Indonesia, menunjukkan angka pertumbuhan yang sangat baik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat penetrasi industri asuransi nasional tahun 2017 mencapai 2,87%. Angka tersebut merupakan perbandingan antara total premi bruto asuransi terhadap Perdapatan Domestik Bruto (PDB).

Kesadaran masyarakat akan pentingnya sebuah perlindungan atas berbagai macam risiko yang bisa terjadi sewaktu-waktu adalah salah satu penyebab tingginya jumlah pengguna asuransi belakangan ini. Hal ini tentu saja menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi perusahaan asuransi, di mana akan semakin luas pasar yang bisa diolah dan dijadikan sebagai sasaran penjualan produk yang mereka miliki.

Sesuai dengan perkembangan zaman, asuransi kesehatan/jiwa juga mengalami perkembangan yang cepat dan semakin baik setiap harinya. Selain meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, perusahaan asuransi juga melakukan berbagai macam usaha untuk bisa tetap memperluas dan memajukan bisnis yang mereka jalankan selama ini. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan cara mengeluarkan berbagai produk baru dan lebih inovatif bagi masyarakat.

Perusahaan asuransi telah menunjukkan geliat pertumbuhan di dalam bisnis yang mereka jalankan, dengan semakin banyak masyarakat yang menggunakan layanan asuransi kesehatan/jiwa. Hal ini dibuktikan berdasarkan data dari AAJI melalui peningkatan nilai aset asuransi, pendapatan premi, investasi dan laba bersih yang diperoleh oleh setiap perusahaan asuransi dimana pada kuartal pertama 2017 tercatat investasi asuransi kesehatan/jiwa mencapai Rp. 420.82 triliun, naik 21.3 persen dibanding tahun sebelumnya Rp. 397.25 triliun. Adapun pendapatan premi meningkat 25.5 persen (%) menjadi Rp. 43.17 triliun.

Industri asuransi nasional pada kuartal I tahun 2017 mengalami pertumbuhan signifikan terlihat dari tingginya pendapatan asuransi jiwa yang mencapai Rp 56.96 triliun, pendapatan tersebut meningkat 16.4 persen dibandingkan periode sama pada tahun 2016.

Sumber: https://nexnews.id/geliat-asuransi-jiwa-di-indonesia/
Foto/Gambar: inhealth.co.id

admin

Research and Development

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *